KRISIS KEMANUSIAAN TAK TERELAK: Korban Tewas Bencana Sumatera Tembus 770 Jiwa, 582 Ribu Pengungsi Butuh Bantuan

Akses Darat Lumpuh Total, BNPB Kerahkan 7 Helikopter untuk Suplai Logistik ke Desa Terisolasi. Menko PMK: "Ini Tragedi Nasional, Kita Tidak Boleh Lengah Sedetik Pun."

Kamis, 4 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​Jakarta, 4 Desember 2025 – Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatera (Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat) kini telah ditetapkan sebagai krisis kemanusiaan berskala besar. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Rabu (3/12) malam mengoreksi data terbaru, mencatat korban meninggal dunia mencapai 770 jiwa, dan 463 jiwa lainnya masih dinyatakan hilang.

​Fokus Utama: Angka Korban dan Keputusan Pusat

​Lonjakan angka korban ini disebabkan oleh temuan baru di wilayah terdampak paling parah. Menko PMK, Muhadjir Effendy, menyatakan bencana ini merupakan pukulan berat bagi bangsa.

“Ini tragedi nasional. Jumlah korban yang mencapai ratusan jiwa menuntut respons cepat dari seluruh lini pemerintah. Kita tidak boleh lengah sedetik pun dalam upaya pencarian dan penyelamatan. Dana siap pakai sudah saya instruksikan untuk segera dicairkan hari ini,” tegas Muhadjir Effendy saat memberikan keterangan pers di kantor Kemenko PMK [Dilansir dari Kompas.com].

​Kendala Distribusi dan Jeritan Pengungsi

​Distribusi logistik menghadapi tantangan berat. Akses darat yang lumpuh total memaksa BNPB mengerahkan 7 unit helikopter untuk suplai ke desa-desa terisolasi.

​Seorang pengungsi di Agam, Sumatera Barat, bernama Rina (45), memberikan testimoni pedih: “Kami di sini kekurangan air bersih, anak saya sudah demam dua hari. Bantuan memang ada, tapi datangnya hanya lewat udara dan tidak cukup untuk kami semua. Kami hanya bisa pasrah,” ujarnya saat diwawancarai tim jurnalis di Posko Pengungsian Agam.

​Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan adanya peningkatan kasus demam dan ISPA di posko pengungsian, menuntut suplai obat-obatan dan sanitasi yang lebih memadai.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jagatindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pesan Mahfud MD di Haul Kiai Agung Raba ke-526: Dorong Madura untuk Peradaban Indonesia Lebih Maju
YPI SUNAN BONANG MENJADI TUAN RUMAH PENGAJIAN RUTIN PCNU SITUBONDO
Menyingkap Kabut Sejarah Batuampar: Menakar Ulang Sejarah Kyai Banyukalong Mertua Kyai Enthol Bungsoh dan Misteri Pèrèngan
Jejak Nama Raba dan Hijrahnya Kiai Abdurrahman
Sekolah Hari Ini Terlalu Sibuk Saling Mengalahkan, Sampai Lupa Menyelamatkan Pendidikan
Momentum Idul Adha, WKB Politik & Reformasi Sistem Hukum Nasional PDIP Sumenep Pererat Kebersamaan
Sinergi Warga Desa Ganting Sidoarjo: Mushola Illiyin Sembelih 2 Sapi dan 3 Kambing pada Idul Adha
Jalankan Amanah MH Said Abdullah, PAC Kota Sumenep Tebar Hewan Kurban di Hari Idul Adha

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:21 WIB

Pesan Mahfud MD di Haul Kiai Agung Raba ke-526: Dorong Madura untuk Peradaban Indonesia Lebih Maju

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:49 WIB

YPI SUNAN BONANG MENJADI TUAN RUMAH PENGAJIAN RUTIN PCNU SITUBONDO

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:29 WIB

Menyingkap Kabut Sejarah Batuampar: Menakar Ulang Sejarah Kyai Banyukalong Mertua Kyai Enthol Bungsoh dan Misteri Pèrèngan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:33 WIB

Jejak Nama Raba dan Hijrahnya Kiai Abdurrahman

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:57 WIB

Sekolah Hari Ini Terlalu Sibuk Saling Mengalahkan, Sampai Lupa Menyelamatkan Pendidikan

Berita Terbaru

Artikel

SUSUR GALUR PEREMPUAN NEGARAWAN HEBAT INDONESIA

Rabu, 3 Jun 2026 - 20:09 WIB

Surabaya

Kajian Fenomena Rebahan Produktif

Selasa, 2 Jun 2026 - 12:29 WIB

2