Rokat Desa Dungkek dan Peringatan Hari Santri Nasional Berlangsung Meriah, KH. Zulfa Mustofa: Orang Sumenep ‘Alim dan Kerjanya di Atas Rata-rata!

Rokat Desa Dungkek dan Peringatan Hari Santri Nasional Berlangsung Meriah, KH. Zulfa Mustofa: Orang Sumenep 'Alim dan Kerjanya di Atas Rata-rata!

Minggu, 2 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumenep, Jagat Indonesia – Lapangan Desa Dungkek, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, pada Sabtu malam (1 November 2025) menjadi saksi kemeriahan acara puncak perayaan Rokat Desa Dungkek yang berkolaborasi dengan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025. Acara ini dihadiri oleh ribuan warga dan sejumlah ulama besar, menghadirkan nuansa spiritual dan budaya yang kental.

​Acara diawali dengan penampilan kolaborasi memukau dari grup Hadrah Al Hidayah Desa Dungkek bersama Babazar Entertainment. Suasana semakin khidmat dan meriah dengan kehadiran pelantun Sholawat kondang, yaitu:

  • Lora Nizar Ali
  • Lora Amin Qutbi
  • Ustadz Muhammad Tumbuk
  • Ustadz Fauzi yang datang khusus dari Sampang.

​Turut hadir dalam majelis ini, sejumlah tokoh penting, di antaranya:

  • Dr. KH. Zulfa Mustofa (Wakil Ketua Umum PBNU, Jakarta)
  • KH. Panji Taufiq (Ketua PCNU Sumenep)
  • KH. Roji Fawait (Pengasuh Ponpes di Desa Jadung)
  • KH. Subaidi
  • KH. Fathollah Zaini dari Tarogan
  • KH. Halili
  • KH. Suhaili (dari Kecamatan Gapura)

Ketua Panitia, Bp. Syahroni, S.Ag., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rokat Desa yang telah rutin dilaksanakan sejak tahun 2015 hingga 2025 ini merupakan:

“Bentuk rasa syukur atas semua nikmat yang ada, bentuk silaturahim khususnya warga Desa Dungkek, permohonan kepada Sang Pencipta, serta upaya untuk merawat hal-hal baik dari para sesepuh.”

​Momen istimewa terjadi ketika H. Achmad Jumahri, S.E. (Kepala Desa Dungkek) secara simbolis melakukan Pengalungan Bunga Melati kepada Dr. KH. Zulfa Mustofa, sebagai tanda penghormatan.

​Acara dilanjutkan dengan lantunan indah Sholawat Qiyam yang dipimpin oleh Lora Nizar Ali, semakin menambah kekhusyukan hadirin.

Lora Nizar Ali, Lora Amin Qutbi, Ustadz Muhammad Tumbuk, Ustadz Fauzi

​Puncak acara adalah Pengajian Akbar yang disampaikan oleh Dr. KH. Zulfa Mustofa (PBNU) dari Jakarta. Dalam tausiyahnya, KH. Zulfa Mustofa mengungkapkan kekagumannya terhadap Sumenep dan masyarakatnya.

“Saya sekian kali ke Sumenep, baru ini sampai Dungkek. Dan semakin sering ke Sumenep, saya semakin kagum,” ujar beliau.

Beliau juga menyoroti keunggulan ulama dan masyarakat Sumenep:

“Semakin ‘alim, maka ‘alimnya di atas rata-rata. Ada KH. Thoifur Ali Wafa, beliau banyak mengarang kitab.”

Bahkan, beliau memberikan perumpamaan menarik tentang etos kerja orang Sumenep di perantauan:

“Di Jakarta, orang Sumenep, buka warung sembako, yang lainnya, buka 16 jam, Sumenep buka 24 jam. Bukanya di atas rata-rata.”

Acara ditutup dengan pembacaan Doa yang dipimpin oleh KH. Roji Fawaid Baidhawi, menandai berakhirnya rangkaian perayaan Rokat Desa dan Hari Santri Nasional yang sukses dan penuh berkah di Desa Dungkek.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jagatindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keberhasilan Dr. Naghfir Meraih Gelar Doktor Disambut Sukacita oleh Keluarga Besar MTA MAQOMAM MAHMUDA Batuan
Fakta di Balik ‘Lempar Batu Sembunyi Tangan’ Eks Pengurus NU Kota Situbondo
Momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H: Khidmatnya Haul Bujuk Buarren Pamekasan Pererat Silaturahmi Keluarga Besar
Mempererat Tali Persaudaraan, Trah Pangeran Aryo Jokotole (TAPAROJO) Resmi Dibentuk di Sumenep
Raden Mas KH. Abdul Hamid Roqib di Haflatul Imtihan Yayasan Hayatul Mursyidin Berpesan : Ilmu Tanpa Barokah Takkan Berdampak
Pesan Mahfud MD di Haul Kiai Agung Raba ke-526: Dorong Madura untuk Peradaban Indonesia Lebih Maju
YPI SUNAN BONANG MENJADI TUAN RUMAH PENGAJIAN RUTIN PCNU SITUBONDO
Menyingkap Kabut Sejarah Batuampar: Menakar Ulang Sejarah Kyai Banyukalong Mertua Kyai Enthol Bungsoh dan Misteri Pèrèngan

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:10 WIB

Keberhasilan Dr. Naghfir Meraih Gelar Doktor Disambut Sukacita oleh Keluarga Besar MTA MAQOMAM MAHMUDA Batuan

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:01 WIB

Fakta di Balik ‘Lempar Batu Sembunyi Tangan’ Eks Pengurus NU Kota Situbondo

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:23 WIB

Momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H: Khidmatnya Haul Bujuk Buarren Pamekasan Pererat Silaturahmi Keluarga Besar

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:35 WIB

Mempererat Tali Persaudaraan, Trah Pangeran Aryo Jokotole (TAPAROJO) Resmi Dibentuk di Sumenep

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:50 WIB

Raden Mas KH. Abdul Hamid Roqib di Haflatul Imtihan Yayasan Hayatul Mursyidin Berpesan : Ilmu Tanpa Barokah Takkan Berdampak

Berita Terbaru

Opini

Menakar Arah Gegeran NU 2026

Sabtu, 20 Jun 2026 - 08:39 WIB

2