Maslow dan Nafsu Kekuasaan Politik
Abraham Maslow pernah menjelaskan bahwa manusia memiliki hierarki kebutuhan: kebutuhan fisiologis, rasa aman, penghargaan, hingga aktualisasi diri. Dalam masyarakat biasa, kebutuhan dasar sering menjadi perjuangan utama. Tetapi dalam kelompok elite politik, kebutuhan itu telah bergeser.
Mereka tidak lagi sekadar mencari makan atau rasa aman. Mereka mengejar pengaruh, pengakuan, kemewahan, dan keabadian kekuasaan.
Di titik inilah politik kehilangan etikanya. Jabatan tidak lagi dipahami sebagai amanah, tetapi sebagai instrumen pemuas kebutuhan psikologis dan ekonomi elite. Kekuasaan menjadi candu. Uang menjadi bahan bakarnya.
Maka jangan heran bila banyak politisi rela berpindah ideologi, mengkhianati janji, bahkan meninggalkan konstituen demi mendekat pada pusat kekuasaan. Dalam politik modern, loyalitas sering tidak dibangun atas nilai, melainkan atas distribusi manfaat.
Facebook Comments BoxHalaman : 1 2 3 4 5 6 7 Selanjutnya
Follow WhatsApp Channel jagatindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow








