Politik yang Kehilangan Malu
Masalah terbesar demokrasi hari ini bukan sekadar korupsi uang. Tetapi hilangnya rasa malu. Dulu pengkhianatan terhadap rakyat dianggap aib politik. Hari ini ia sering dipoles menjadi strategi. Perpindahan sikap, perubahan koalisi, hingga kompromi kepentingan dilakukan tanpa beban etik. Yang penting tetap berada di lingkar kekuasaan.
Politik akhirnya menjadi panggung pragmatisme total. Mereka berbicara tentang rakyat saat kampanye, tetapi berbicara tentang distribusi kekuasaan setelah kemenangan. Ruang publik dipenuhi pencitraan. Media sosial menjadi alat propaganda. Kebijakan sering dikemas seperti pertunjukan. Demokrasi berubah menjadi industri persepsi.
Dan rakyat perlahan dipaksa menerima bahwa semua ini adalah “hal biasa”. Padahal tidak.
Ketidakadilan tidak pernah boleh dianggap normal. Ketika Rakyat Hanya Menjadi Penonton.
Yang paling berbahaya dari semua ini adalah matinya kesadaran publik. Ketika rakyat terlalu lelah, terlalu takut, atau terlalu sinis untuk peduli, maka oligarki menemukan kemenangan terbesarnya.
Facebook Comments BoxHalaman : 1 2 3 4 5 6 7 Selanjutnya
Follow WhatsApp Channel jagatindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow








