*Dunia Sedang Mengalami Krisis Demokrasi*
Fenomena ini bukan hanya terjadi di Indonesia. Di Amerika Serikat, demokrasi semakin dipengaruhi korporasi besar dan kelompok lobi yang mampu membiayai kampanye politik bernilai miliaran dolar. Kebijakan publik sering lebih dekat pada kepentingan pemilik modal dibanding rakyat biasa.
Di Rusia, kekuasaan eksekutif menjadi begitu dominan sehingga oposisi dan ruang kritik melemah drastis. Demokrasi tetap ada secara prosedural, tetapi substansinya menyusut.
Di Tiongkok, negara menunjukkan model berbeda: stabilitas ekonomi dibangun melalui sentralisasi kekuasaan yang kuat. Dunia melihat bagaimana efisiensi pembangunan sering dibayar dengan minimnya ruang oposisi.
Sementara di banyak negara berkembang, demokrasi berubah menjadi oligarki elektoral. Pemilu tetap dilaksanakan, tetapi yang benar-benar bertarung hanyalah mereka yang memiliki modal besar.
Akhirnya rakyat hanya memilih wajah berbeda dari kepentingan yang sama.
Facebook Comments BoxHalaman : 1 2 3 4 5 6 7 Selanjutnya
Follow WhatsApp Channel jagatindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow








