JAGAT INDONESIA | SUMENEP – Kondisi infrastruktur jalan menuju objek wisata religi dan budaya Goa Mandalia di Dusun Karoko, Desa Langsar, Kecamatan Saronggi, kini tengah menjadi sorotan tajam. Pasalnya, jalan aspal yang menjadi urat nadi menuju lokasi ritual adat “Cahe” tersebut dalam kondisi rusak berat dan seolah terlupakan oleh pihak berwenang.
Aspal warisan Tahun 2007 yang kian terkikis, ini berdasarkan penelusuran di lapangan, jalan aspal tersebut terakhir kali mendapat sentuhan perbaikan pada masa kepemimpinan almarhum Kepala Desa Atmojo, yang terpilih pada tahun 2007 silam. Sejak saat itu, belum ada langkah nyata dari pemerintah desa maupun instansi terkait untuk melakukan pengaspalan ulang atau pemeliharaan berkala.
Kerusakan ini dinilai kontradiktif dengan status Goa Mandalia sebagai pusat kegiatan budaya tahunan. Setiap tahunnya, lokasi ini menjadi magnet bagi ratusan warga, tidak hanya dari lingkungan sekitar, tetapi juga dari luar Kecamatan Saronggi yang ingin menyaksikan langsung Ritual Adat Cahe.
Keluhan Warga: “Jangan Abaikan Potensi Budaya Kami”
Salah seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan rasa kekecewaannya. Ia menyebut bahwa jalan ini bukan sekadar akses transportasi, melainkan cerminan kepedulian pemerintah terhadap pelestarian budaya.
“Kami sebenarnya sangat berharap pihak Pemerintah Desa Langsar bisa lebih perhatian. Jalan ini setiap tahun dilewati orang banyak untuk kegiatan Budaya Cahe. Yang datang bukan cuma warga sini, tapi banyak dari luar kecamatan,” tuturnya dengan nada miris.
Selain menjadi akses ritual adat, jalan tersebut merupakan jalur utama menuju Pondok Pesantren Mandalia Al Mukaromah. Di lokasi ini, rutin digelar Pengajian Akbar oleh tokoh adat setempat, yang secara otomatis meningkatkan volume kendaraan yang melintas.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih meraba-raba mengenai kapan perbaikan akan dilakukan. Belum ada kepastian resmi maupun sosialisasi dari pihak Desa Langsar terkait pengalokasian dana desa (DD) atau bantuan keuangan lainnya untuk pembenahan akses tersebut.
Akses jalan yang mumpuni diharapkan tidak hanya memperlancar kegiatan ritual budaya dan keagamaan, tetapi juga mampu mendongkrak potensi wisata sejarah di wilayah Sumenep. Media ini tengah berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada pihak Pemerintah Desa Langsar untuk mendapatkan klarifikasi mengenai rencana pembangunan infrastruktur di Dusun Karoko tersebut.












