Jagat Indonesia| Pamekasan- Ceramah Viral Bapak Rizieq Shihab (Cucu Bapak Ubaidillah Yaman) yang meyebutkan bahwa Walisongo berasal dari Yaman mendapat bantahan keras dan tegas dari salah seorang cucu Nabi, yaitu Raden Maulana Sayyid KH. Abdul Hamid Roqib Suryodirjo.
Cucu Nabi ini menegaskan bawa Walisongo berasal dari Uzbekistan.
“Jadi leluhur Walisongo itu berasal dari Hejaz, berdakwah ke Persia, lanjut ke Uzbekistan, lanjut ke Hindhustan kemudian Yunnnan Cina. Dari Yunnan Cina mereka bergerak ke selatan yaitu Champa. Dari Champa lanjut ke Nusantara,” ucap RM Abdul Hamid Roqib.
Ia juga menyampaikan sumber data primer bahwa Walisongo berasal dari Uzbekistan, yaitu Data Naqobah Asyraf Pakistan, Manuskrip Bukhara, Manuskrip Yunnan, Beberapa Manuskrip Jawa, Manuskrip Toronan Madura, Manuskrip Jaddung Pakamban Madura, Manuskrip Bagandan Madura, Beberapa Manuskrip Dari Bangkalan Madura, serta Naskah Keraton Sumenep Madura.
Selanjutnya, RM. KH. Abdul Hamid Suryodirjo meminta Bapak Rizieq Shihab berhenti lakukan agitasi dan provokasi.
“Saya Harap Pak Riziq tidak ikut campur dalam Genealogi Walisongo, agar tidak selalu menimbulkan absurditas sejarah. Pak Riziq itu selalu salah dalam analisis Sejarah dan Genealogi, terutama tentang leluhur nusantara. Contoh, dulu Pak Riziq mengatakan Sunan gunung Jati menikah dengan ibunya. Itu narasi penyesatan. Jadi saran saya sama dengan Saran Raden Maulana Sayyid Dudung Abdur Rahman kepada Pak Riziq, sudah tua jangan terlalu banyak bikin narasi yang provokatif dan pembodohan sejarah. Perlu diketahui oleh pak Rizik kalau keluarga Baklawi tidak mau disinggung maka seharusnya mereka dulu yang introspeksi diri, jangan suka merecoki keluarga kami (Wali Songo), hentikan upaya pencangkokan nasab walisongo kepada Baklawi. Kami punya keluarga sendiri, kami punya naqobah sendiri, silahkan keluarga Baklawi Yaman exsis dengan Baklawi Yamannya di indonesia dengan tanpa merasa paling tinggi dengan tanpa angkuh dan Sombong, hentikan fitnahan dan provokasi, baik kepada kepala negara maupun tokoh bangsa dan para ulama Nusantara” tegas Pengasuh Pesantren Palalang Pamekasan.












