Pendopo Agung Keraton Sumenep Dinilai Kehilangan Kesakralan, Pemerhati Kebudayaan Minta OPD Lebih Selektif

- Penulis

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAGAT INDONESIA | SUMENEP – Penggunaan Pendopo Agung Keraton Sumenep untuk berbagai kegiatan umum mulai menuai sorotan dari kalangan pemerhati kebudayaan dan masyarakat pecinta adat keratonan. Mereka menilai, tempat yang memiliki nilai historis dan kesakralan tinggi itu seharusnya digunakan secara lebih selektif sesuai fungsi dan marwah budaya Keraton Sumenep.

Salah satu pemerhati kebudayaan, KR. M Arya Rusli Soeryoprojo, menilai Pendopo Agung Keraton Sumenep tidak semestinya dijadikan lokasi berbagai event yang tidak memiliki keterkaitan dengan budaya maupun tradisi keraton.

“Pendopo Agung Keraton bukan sekadar tempat kegiatan biasa, tetapi simbol kehormatan dan pusat budaya. Jangan sampai nilai sakralnya memudar karena terlalu sering digunakan untuk kegiatan yang tidak berkaitan dengan budaya keratonan,” ujarnya, Kamis (14/5/2026).

Menurutnya, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, mulai dari Bagian Umum Setdakab hingga Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar), harus lebih selektif dalam menentukan penggunaan Pendopo Agung Keraton Sumenep.

Ia menyebut, Pemerintah Kabupaten Sumenep masih memiliki sejumlah fasilitas lain yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan umum maupun seremonial biasa, seperti Gedung KORPRI atau PDK.

Karena itu, penggunaan Pendopo Agung Keraton sebaiknya diprioritaskan untuk agenda yang bersifat sakral dan berkaitan dengan budaya, seperti prosesi adat, kegiatan kebudayaan keratonan, hingga pelantikan atau sumpah jabatan pejabat yang memiliki nilai kehormatan.

“Kalau kegiatan pemerintahan yang sakral tentu masih sangat layak dilaksanakan di Pendopo Agung Keraton. Namun jika hanya sekadar event umum yang tidak ada kaitannya dengan budaya keraton, sebaiknya ditempatkan di lokasi lain,” tegasnya.

Ia berharap kesakralan dan marwah Pendopo Agung Keraton Sumenep tetap terjaga sebagai pusat kebudayaan dan simbol kehormatan warisan leluhur masyarakat Sumenep.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jagatindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Pamekasan Ucapkan Selamat Datang kepada Jamaah Haul Akbar Agung Toronan
Manaqib Singkat Agung Toronan, Datuk Ulama-Umara Nusantara
Alegori Ikan Busuk Mulai dari Kepala sebagai Diagnosis Patologi Hukum 
Ironi Bangsa Besar Bermental Inferior
Multiplier Effect Tradisi Haul Waliyullah sebagai Penggerak Ekonomi Daerah
Gema Spiritual Haul Akbar Bhuju’ Agung Toronan 13 Agustus 2026
BWI Sumenep Serahkan Sertifikat Wakaf Masjid Gemma Prenduan, Sekjen Naghfir Siapkan Roadshow Pembinaan Nadzir Kecamatan
PEDAS! Putra Nelayan Pinggirpapas Dengan Tegas Meminta PT Garam Buka Data: “Kalau Berani, Libatkan Penegak Hukum dan Masyarakat!”

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 05:07 WIB

Bupati Pamekasan Ucapkan Selamat Datang kepada Jamaah Haul Akbar Agung Toronan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:54 WIB

Manaqib Singkat Agung Toronan, Datuk Ulama-Umara Nusantara

Rabu, 5 Agustus 2026 - 06:34 WIB

Alegori Ikan Busuk Mulai dari Kepala sebagai Diagnosis Patologi Hukum 

Selasa, 4 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Ironi Bangsa Besar Bermental Inferior

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:08 WIB

Multiplier Effect Tradisi Haul Waliyullah sebagai Penggerak Ekonomi Daerah

Berita Terbaru

Artikel

Manaqib Singkat Agung Toronan, Datuk Ulama-Umara Nusantara

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:54 WIB

Opini

Ironi Bangsa Besar Bermental Inferior

Selasa, 4 Agu 2026 - 07:00 WIB

2