SUMENEP, JAGAT INDONESIA — Di bawah naungan langit malam Selasa yang tenang, tepat pada titian 3 Rajab 1447 H (22/12/2025), aroma kemenyan doa dan kerinduan kepada Baginda Nabi Muhammad SAW menyerbak indah di Mandhapa Agung Nurul Iman, Batoampar, Saronggi.
Malam itu bukan sekadar pertemuan biasa. Pakakas Sektor Temor (Pasemor), yang berdenyut di bawah bendera Dibawah Naungan Sholawat (DNS), kembali menggelar rutinan di Markaz Blusar (Bluto Saronggi). Sebuah majelis yang sanadnya tersambung langsung dalam asuhan sejuk KH. Kholil As’ad (PP Walisongo, Situbondo).
Lautan Dzikir Pengetuk Pintu Langit suasana khidmat mulai merayap saat lisan-lisan mulai melantunkan Sholawat Nariyah sebanyak 4.444 kali. Getaran suaranya seolah membelah kesunyian malam, menjadi jembatan antara hamba dan Sang Pencipta.
Tawassul & Doa: Dipimpin langsung oleh sang pemangku tempat, R. Arya M. Rusli (Gus Rusli), yang membawa jamaah larut dalam kepasrahan.

Gema Sholawat: Dipandu oleh Mas Bahri Nurul, putra Kangean yang kini berdomisili di Kota, membawa ritme cinta yang memuncak pada Sholawat Qiyam.
Simfoni Persaudaraan: Dari Desa hingga Kota Majelis ini menjadi bukti nyata bahwa mahabbah (cinta) adalah perekat terbaik. Koordinator acara, Mas Rakso, bersama penggerak sektor Saronggi, Mas Ramdhan asal Desa Talang, tampak bahu-membahu menyambut kedatangan para “Cakanca” (sahabat majelis).
“Terima kasih kepada para Cakanca yang telah meringankan langkah untuk hadir, juga kepada tuan rumah atas sambutan yang luar biasa hangat,” tutur Mas Rakso dengan kerendahan hati yang mendalam.
Gus Rusli pun menyambut dengan tangan terbuka. Baginya, kehadiran DNS adalah anugerah bagi Mandhapa Agung Nurul Iman.
“Acara ini adalah sarana menghidupkan tempat ini dengan cahaya. Semoga wasilah Sholawat Nariyah 4.444 ini membawa barokah dunia dan akhirat, tidak hanya bagi tempat ini, tapi juga bagi seluruh alam di sekitarnya,” harap Gus Rusli.
Meski KH. Widadi Rahim (Ketua PCNU Sumenep terpilih) direncanakan hadir untuk memberi wejangan, beliau terpaksa mengikuti agenda mendesak bersama PBNU via Zoom. Namun, ketiadaan fisik tak mengurangi bobot spiritual malam itu.
DNS Pasemor membuktikan kekuatannya sebagai simpul persatuan. Anggota yang hadir merupakan gabungan dari berbagai kecamatan: Saronggi, Bluto, Kota, Kalianget, Talango, Gapura, Dungkek, Batang-Batang, hingga Batuputih. Mereka datang dengan satu tujuan: membasahi batin dengan dzikir di tengah gersangnya dunia.
Malam pun larut, namun cahaya di Batoampar tetap berpijar. Sholawat telah usai dilantunkan, namun barokahnya diyakini akan terus mengalir, memeluk bumi Sumenep dalam kedamaian.










