Dongeng pengantar tidur agar kita masih punya harapan
*Macan yang Mengaum ke Pawangnya*
Kita ini hidup di negeri yang aneh. Macannya mengaum keras. Pawangnya tenang.
Yang takut justru penontonnya—takut harapannya keburu mati.
Katanya macan Asia. Katanya paling berani.
Katanya mau mengejar koruptor sampai Antartika.
Padahal untuk keluar kandang saja… masih nunggu izin. Masalahnya bukan macannya kurang buas. Masalahnya: dia mengenal baik siapa yang pegang kunci.
Setiap kali macan mengaum, publik bersorak.
“Kali ini serius!”
“Kali ini beda!”
“Kali ini macan benar-benar macan!” Tapi pawangnya cuma angkat alis. Karena dia tahu: auman tidak pernah menggigit siapa pun.
Ini macan yang rajin mengancam mangsa imajiner, tapi selalu rabun ketika mangsa berdiri tepat di sebelah kandang.
Koruptor itu bukan zebra yang lari di savana. Mereka duduk di tribun kehormatan. Foto bareng. Bersalaman. Kadang… ikut memberi makan.
Lucunya, setiap kali macan ditanya, “Kenapa yang itu belum diterkam?” Jawabannya selalu retoris: “Kita tidak boleh tebang pilih.” Padahal yang terjadi justru sebaliknya: yang dipilih justru jangan ditebang.
Macan ini hebat dalam satu hal: menunda dengan wibawa. Mandeg dengan percaya diri. Stagnan tapi terdengar patriotik.
Dia mengaum ke depan kamera, tapi berbisik ke belakang layar. Ini bukan soal keberanian individual.
Ini soal sistem kandang. Soal lingkaran pawang.
Soal fakta pahit bahwa macan yang hidup dari kandang…
jarang sekali mau merobohkannya.
Karena untuk benar-benar menerkam korupsi,
macan harus siap kehilangan dua hal:
kenyamanan dan kawan lama.
Dan itu lebih menakutkan
daripada Antartika.
Jadi jangan tanya,
“Apakah pawang takut pada macan?”
Tanya yang lebih jujur:
apakah macan berani menggigit tangan yang selama ini dia jilat?
Selama jawabannya belum, auman hanya akan jadi noise politik— keras, berulang,
dan tak pernah berdarah.
Macan tetap macan.
Koruptor tetap gemuk.
Dan rakyat? Tetap jadi penonton di kebun binatang bernama harapan.
Surabaya, Sore, 8 Januari 2025
*Forum Majelis Ngopi Maneh Suroboyo*












