Getaran Sholawat Lepas Keberangkatan Dr. Naghfir Menuju Tanah Suci: Perjalanan Spiritual Menjemput Ridho Illahi

​"Diiringi Gema Sholawat Khoiril Anam, Dr. Naghfir Sekeluarga Jemput Panggilan Baitullah di Akhir Bulan Rajab"

SUMENEP, JAGATINDONESIA.COM – Malam yang penuh keberkahan menyelimuti kediaman Dr. Naghfir, S.HI., S.H., M.Kn. pada malam Ahad, 18 Januari 2026. Bertepatan dengan momentum sakral 29 Rajab 1447 H, praktisi hukum dan akademisi yang akrab disapa Mas Doktor ini bersiap melangkahkan kaki menuju Baitullah untuk menunaikan ibadah Umroh bersama istri dan kedua buah hatinya.

​Sebelum sauh dikembangkan, suasana khidmat begitu terasa di kediaman beliau. Puluhan pasang mata—mulai dari CaKanca (sahabat), kerabat, hingga tetangga—berkumpul dalam satu barisan doa. Lantunan Sholawat “Shollu ‘ala Khoiril Anam” menggema indah, memuji Baginda Nabi Muhammad SAW sebagai wasilah memohon kelancaran perjalanan.

​Pembacaan sholawat yang dipimpin langsung oleh K. Sholeh ini seolah menggetarkan relung jiwa, mengubah suasana pelepasan menjadi majelis ilmu dan dzikir yang penuh haru.

Doa bersama sebelum keberangkatan Mas Naghfir bersama Istri dan Kedua buah hati

​Dalam untaian doa yang dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan, K. Sholeh memohon agar Dr. Naghfir sekeluarga diberikan kekuatan, kesehatan, dan perlindungan selama di Mekah dan Madinah.

“Semoga Mas Naghfir beserta keluarga meraih ibadah Umroh yang Maqbul, mabrur, dan penuh keberkahan,” ucap K. Sholeh dalam penggalan doanya.

​Tak hanya mendoakan keluarga yang berangkat, K. Sholeh juga menyelipkan doa khusus bagi para jamaah dan tamu yang hadir. Beliau berharap agar pintu rizki dan jalan menuju Tanah Suci segera terbuka bagi mereka yang rindu bersujud di depan Ka’bah, khususnya bagi kaum muslimin yang belum pernah menginjakkan kaki di tanah suci Mekah dan Madinah.

​Tepat pukul 22.00 WIB, dengan balutan niat yang suci, Mas Naghfir beserta keluarga berpamitan menuju titik kumpul utama di Masjid Jamik Sumenep. Iring-iringan kendaraan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Bandara Internasional Juanda, Surabaya, pada tengah malam sekitar pukul 00.00 WIB.

​Perjalanan ini bukan sekadar perjalanan fisik melintasi samudera, melainkan perjalanan batin seorang hamba yang rindu akan kasih sayang Sang Pencipta. Selamat jalan, Mas Doktor Naghfir. Semoga kembali ke tanah air dengan membawa cahaya iman yang semakin terang.

Penulis: R Arya / VianEditor: Jagat Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *