SUMENEP, JAGATINDONESIA.COM — Di bawah naungan langit malam Rabu yang tenang, 27 Januari 2026, Keluarga Besar Rotibul Haddad Naghfir Institute kembali merajut tali spiritualitas dalam rutinitas mingguan yang penuh berkah. Namun, ada yang berbeda pada pertemuan malam ini—sebuah jembatan cahaya terbentang antara Sumenep dan Madinah Al-Munawwarah.
Meski raga terpisah jarak ribuan kilometer, teknologi menjadi wasilah kerinduan. Melalui sambungan video virtual langsung dari jantung Kota Nabi, Direktur Naghfir Institute, Mas Doktor, menyapa para jamaah di tengah pelaksanaannya menunaikan ibadah Umroh.
Langit Madinah dan Harapan yang Mengetuk Pintu Langit, Suasana seketika berubah saat wajah Mas Doktor muncul di layar, dengan latar belakang kedamaian tanah suci. Beliau tidak sekadar menyapa, melainkan membawa “oleh-oleh” paling berharga bagi setiap mukmin: Doa.
Dalam narasinya yang menyentuh, Mas Doktor menyampaikan pesan dan harapan yang mendalam bagi seluruh jamaah yang hadir:
“Dari tanah yang menjadi saksi perjuangan Baginda Nabi, di tempat di mana setiap desah napas adalah dzikir, saya melangitkan doa untuk segenap keluarga besar Naghfir Institute. Semoga Allah Swt. mengabulkan segala hajat, melapangkan jalan, dan segera memanggil saudara-saudaraku sekalian untuk bersujud langsung di hadapan Ka’bah serta berziarah ke makam Rasulullah dalam ibadah Umroh yang mabrur. Amin.”
Kalimat thayyibah tersebut disambut dengan “Aamiin” yang tulus dari para jamaah di Sumenep. Ruangan yang biasanya riuh dengan bacaan Ratib, malam ini terasa lebih bergetar oleh harapan yang membuncah. Ada keyakinan di mata para jamaah bahwa doa yang dipanjatkan dari tanah yang mustajab akan segera menemui jalannya untuk dikabulkan.
Pertemuan malam Rabu ini bukan sekadar rutinitas, melainkan pengingat bahwa sejauh apa pun jarak, ikatan batin dalam naungan dzikir akan selalu mendekatkan yang jauh dan memudahkan yang sulit.












