SURABAYA MENGGUGAT: JANGAN JUAL MEMORI KAMI!

Menolak Lupa: Mengembalikan Suara Bung Tomo di Jalan Mawar.

Ilustrasi ketika Bung Tomo membakar arek Suroboyo dalam berjuang mempertahankan Kemerdekaan

JAGAT INDONESIA, SURABAYA, 26 FEBRUARI 2026 – Bertempat di kawasan sakral Taman Bungkul dan Pesarean Mbah Sunan Bungkul, Paguyuban Arek Suroboyo Ngobrol & Olah Pikir (Pas Ngopi) bersama Majelis Ngopi Maneh secara tegas menyuarakan keprihatinan mendalam atas hilangnya jejak sejarah di tanah para pahlawan.

Dalam forum bertajuk “JAGA SEJARAH PERJUANGAN SURABAYA”, kami menegaskan bahwa Surabaya bukan sekadar kumpulan beton dan aspal, melainkan kristalisasi keringat dan darah para pejuang. Menghilangkan situs sejarah demi alasan ekonomi adalah bentuk amnesia kolektif yang mematikan jati diri kota.

“Nasionalisme bukan sekadar upacara seremoni setiap 10 November. Nasionalisme adalah keberanian menjaga warisan sejarah dari pengaburan dan penghilangan paksa oleh syahwat pembangunan.”

Rumah Radio Bung Tomo ketika masih berdiri utuh

PERNYATAAN SIKAP: LIMA TUNTUTAN AREK SUROBOYO

Kami tidak anti-investasi, kami tidak menolak kemajuan. Namun, kemajuan tanpa memori adalah kerapuhan. Terkait hilangnya situs bersejarah di Jalan Mawar, kami menuntut:

AUDIT TOTAL: Segera lakukan audit sejarah dan kebijakan atas hilangnya situs tersebut. Siapa yang bertanggung jawab harus bicara!

PENETAPAN CAGAR MEMORI: Tetapkan secara resmi lokasi Jalan Mawar No. 10 sebagai Titik Cagar Memori Perjuangan. Meski fisiknya telah tiada, spiritnya tidak boleh terkubur.

MEMORIAL SITE BERMARTABAT: Bangun kembali replikasi Rumah Radio Bung Tomo dan tetenger (penanda) yang layak di lokasi aslinya sebagai bentuk penghormatan tertinggi.

IKONISASI BUNG TOMO: Pembangunan patung Bung Tomo di fasilitas publik sepanjang Jalan Mawar sebagai pengingat bagi generasi mendatang.

PARTISIPASI PUBLIK: Libatkan komunitas sejarah dan masyarakat sipil dalam setiap kebijakan tata ruang yang bersinggungan dengan situs perjuangan.

Panggilan bergerak untuk Surabaya yang mana adalah kota yang dibangun dari nyali. Kami mengundang seluruh elemen masyarakat untuk tidak diam saat identitas kota dipreteli satu per satu. Jalan Mawar No. 10 adalah harga diri.

SALAM SATU NYALI, WANI!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *