JAGAT INDONESIA | SUMENEP — Ormas Banteng Sakera Nahdliyin (BSN) mendorong Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk menjadikan tanggal 10 Mei sebagai momentum penting dalam kalender sejarah daerah, yakni sebagai Hari Lawatan Nasional Bung Karno di Sumenep.
Usulan tersebut berangkat dari jejak historis kunjungan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, ke Sumenep pada 10 Mei 1951.
Lawatan Bung Karno kala itu dinilai bukan sekadar agenda kenegaraan, melainkan peristiwa bersejarah yang memperkuat semangat kebangsaan masyarakat Madura pasca kemerdekaan.

Ketua Banteng Sakera Nahdliyin, Maryono menyampaikan bahwa Sumenep memiliki rekam sejarah kuat dalam perjalanan bangsa, termasuk hubungan emosional antara Bung Karno dan masyarakat Madura, khususnya kalangan Nahdliyin. Menurutnya, momentum 10 Mei layak diperingati setiap tahun melalui kegiatan kebudayaan, refleksi sejarah, hingga ziarah kebangsaan.
“Ini bukan sekadar mengenang sosok Bung Karno, tetapi merawat ingatan kolektif tentang semangat persatuan, nasionalisme, dan peran masyarakat Sumenep dalam perjalanan Indonesia,” ujar Maryono
Banteng Sakera Nahdliyin juga menilai penetapan hari lawatan tersebut dapat menjadi bagian dari penguatan wisata sejarah dan edukasi generasi muda terhadap jejak perjuangan bangsa di Kota Keris.
Sejumlah titik yang diyakini memiliki keterkaitan dengan lawatan Bung Karno, seperti kawasan Masjid Gema di Prenduan Sumenep, Pabrik Garam Kota Tua Kalianget hingga Asrama Rehabilitasi Pasukan Pejuang di Kawasan Sekitaran SKB Batuan Sumenep, dinilai dapat dikembangkan menjadi jalur wisata sejarah nasional di Madura.
Peringatan 10 Mei diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga ruang mempertemukan nilai keislaman, kebudayaan, dan nasionalisme dalam bingkai perjuangan Indonesia.












