Sumenep, Jagat Indonesia – Di bawah naungan langit Madura yang teduh, sebuah episode bersejarah dalam perjalanan Nahdlatul Ulama (NU) bergulir. Hari Ahad yang sarat berkah, 7 Desember 2025, menjadi saksi berkumpulnya para punggawa dan pejuang umat dalam gelaran akbar Konferensi Cabang (Konfercab) NU Sumenep 2025.
Lokasi yang dipilih pun bukan sembarang tempat, melainkan sebuah mercusuar ilmu dan spiritualitas: Pondok Pesantren Annuqayah Latee, Guluk-Guluk, Sumenep. Di pelataran pondok yang akar-akarnya menjulang ke langit, segenap hati menyatu dalam ikrar tema yang membumi sekaligus meninggi: “Satu Fikrah, Satu Harakah” – menyiratkan azam kuat untuk menyatukan pemikiran dan gerak langkah demi kemaslahatan hakiki.
Di antara lautan wajah yang teduh dan penuh harap, tampak hadir sosok inspiratif, Dr. Naghfir, S.k., M.Kn., Direktur Naghfir Institute. Kehadiran beliau menjadi penanda betapa pentingnya momentum ini bagi pergerakan keumatan di Sumenep dan seluruh Nusantara.

Usai menyimak jalannya permusyawaratan, Dr. Naghfir melontarkan sebuah asa yang menukik langsung ke sanubari. Sebuah doa yang terucap sekaligus menjadi harapan kolektif umat:
“Semoga Konfercab NU hari ini jadi awal NU kembali ke Khittah, menjadi gerakan Umat, mendukung kemaslahatan Umat.”
Kalimat itu, laksana hembusan angin sejuk yang membawa janji. Kembali ke Khittah — kembali pada roh perjuangan awal, fitrah suci organisasi sebagai pilar penyangga umat, jauh dari riuh kepentingan duniawi, murni bergerak atas dasar cinta pada maslahat umat dan bangsa.
Di Latee hari ini, di bawah panji-panji Nahdlatul Ulama, sejatinya tengah ditanam benih harapan. Semoga Konfercab ini bukan hanya sekadar pertemuan, namun menjadi titik balik spiritual, di mana setiap langkah dan keputusan kembali berakar pada cinta Ilahi dan pengabdian tulus, menjadikan NU sebagai rumah besar yang menghangatkan dan mencerahkan seluruh jagat raya Indonesia.












