JAGAT INDONESIA, SUMENEP – Langkah transformatif diambil oleh Pemerintah Desa Kasengan dalam memajukan sektor pertanian lokal. Pada Kamis hari ini, Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, secara resmi meresmikan Kawasan Smart Farming Hortikultura yang berlokasi di Desa Kasengan, Kecamatan Manding.
Kehadiran Wakil Bupati disambut hangat oleh Kepala Desa Kasengan, Ibu Idawati. Dalam suasana penuh rasa syukur, Ibu Idawati menyampaikan terima kasih yang mendalam atas dukungan pemerintah kabupaten yang memungkinkan desa mereka bertransformasi menjadi pusat pertanian berbasis teknologi.
Pertanian Canggih di Jantung Desa, kawasan Smart Farming ini menjadi simbol modernisasi pertanian di Kabupaten Sumenep. Melalui fasilitas Green House yang menggunakan sistem hidroponik NFT (Nutrient Film Technique) dan DFT (Deep Flow Technique), para petani kini bisa menanam sayuran seperti selada dan melon dengan kualitas premium tanpa bergantung pada cuaca atau musim.
Tak hanya itu, kawasan ini juga dilengkapi dengan Screen House yang mengadopsi Sistem MACHIDA, sebuah teknologi perlindungan tanaman yang memastikan hasil panen lebih sehat dan minim penggunaan pestisida. Di sisi lain, desa ini tetap mempertahankan kekayaan hayatinya dengan mengembangkan area perkebunan buah-buahan unggulan seperti Durian dan Rambutan.
Kades Kasengan Ibu Idawati mengungkapkan bahwa proyek ini bukan sekadar tentang bercocok tanam, melainkan tentang masa depan ekonomi warga. Dengan adanya sistem smart farming, efisiensi produksi meningkat secara signifikan, yang diharapkan dapat berbanding lurus dengan kesejahteraan petani di Desa Kasengan.
“Hari ini adalah momen bersejarah bagi kami. Kami ingin membuktikan bahwa desa tidak boleh tertinggal dalam hal teknologi. Kawasan ini kami siapkan untuk menjadi percontohan agrowisata dan pusat pembelajaran bagi siapa saja yang ingin mendalami pertanian modern,” tutur Ibu Idawati dengan penuh semangat.
Melalui peresmian ini, Desa Kasengan kini siap menjadi pelopor pertanian masa depan di Sumenep, menyelaraskan kecanggihan teknologi dengan kearifan lokal untuk menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan.










