Kadisdik Baru Sumenep Diminta Warga Perbaiki Moralitas Pendidik, Isu Perselingkuhan Jadi Topik Hangat

JAGAT INDONESIA, SUMENEP — Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Sumenep yang baru, Moh.Iksan, diminta masyarakat untuk memberi perhatian serius pada pembenahan moralitas pendidik. Permintaan tersebut mencuat seiring maraknya isu dugaan perselingkuhan di lingkungan sekolah yang belakangan menjadi topik hangat di tengah masyarakat.

Isu yang beredar selama ini menyebutkan adanya dugaan hubungan tidak pantas yang melibatkan oknum kepala sekolah dengan guru, sesama guru, hingga relasi antara guru dan wali murid. Meski sebagian besar masih sebatas informasi yang berkembang di ruang publik, warga menilai persoalan ini berpotensi mencederai nilai-nilai pendidikan dan keteladanan.

“Sekolah itu bukan hanya tempat transfer ilmu, tapi juga ruang pembentukan karakter. Kalau tenaga pendidiknya justru terseret isu moral, ini berbahaya bagi generasi muda,” ujar Saifullah salah satu warga Sumenep, Selasa (21/1/2026).

Masyarakat berharap Kadisdik yang baru menjabat tidak hanya fokus pada program teknis dan capaian administratif, tetapi juga berani melakukan evaluasi menyeluruh terhadap etika dan perilaku aparatur pendidikan. Penanganan yang transparan dan adil dinilai penting agar tidak menimbulkan spekulasi berkepanjangan.

Pengamat pendidikan menilai isu moral di dunia pendidikan sering kali sulit terungkap karena relasi hierarkis dan budaya saling menutup namun bau anyirnya tetap selalu menyeruak ke publik. Karena itu, Dinas Pendidikan didorong membuka mekanisme pengaduan yang aman bagi guru maupun masyarakat.

“Perbaikan moralitas pendidik harus menjadi agenda serius. Tanpa itu, kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan akan terus terkikis,” kata pengamat tersebut.

Hingga berita ini ditulis, Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep belum memberikan keterangan resmi terkait langkah konkret yang akan ditempuh untuk merespons isu tersebut. Publik pun menunggu komitmen Kadisdik baru dalam menjaga marwah dunia pendidikan di Sumenep.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *