Sinergi Polri-Ulama: Kapolres Sumenep Sambangi Kediaman Ketua PCNU di Guluk-Guluk

JAGAT INDONESIA.COM, SUMENEP – Dalam upaya memperkokoh fondasi keamanan di ujung timur Pulau Madura, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan kunjungan silaturrahmi ke kediaman Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumenep, KH. MD. Widadi Rahem, di Dusun Kalaba’an, Desa Guluk-Guluk, Selasa (27/1/2026).

​Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan formal, melainkan langkah strategis untuk mempererat sinergitas antara korps Bhayangkara dengan tokoh agama demi menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

​Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, AKBP Anang menekankan bahwa peran ulama adalah pilar utama dalam menciptakan situasi masyarakat yang sejuk. Menurutnya, Polri tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan moral dan sosial dari para kyai serta tokoh agama.

“Sinergi antara Polri dan NU diharapkan mampu menjadi kekuatan bersama dalam menangkal berbagai potensi gangguan keamanan, termasuk isu-isu provokatif yang dapat memecah belah persatuan umat,” tegas AKBP Anang.

​Ia menambahkan bahwa pendekatan humanis akan terus dikedepankan oleh Polres Sumenep agar pelayanan dan pengayoman kepada masyarakat dapat berjalan maksimal.

​Respon Positif dari Tokoh Ulama yang juga Ketua NU Sumenep, KH. MD. Widadi Rahem menyambut hangat inisiatif Kapolres Sumenep. Beliau menegaskan bahwa PCNU Sumenep memiliki visi yang sejalan dengan Polri dalam hal kemaslahatan umat dan keutuhan bangsa.

​Saat dimintai tanggapannya mengenai kolaborasi ini, KH. MD. Widadi Rahem menyampaikan pesan yang mendalam:

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Bapak Kapolres. Bagi kami, koordinasi antara umara (pemerintah/polri) dan ulama adalah kunci ketentraman di Sumenep. PCNU siap berdiri di barisan terdepan untuk membantu Polri dalam mengedukasi masyarakat agar tidak mudah terprovokasi, demi terwujudnya daerah yang aman, damai, dan penuh keberkahan.”

​Poin Utama Pertemuan:

​Penguatan Kamtibmas: Fokus pada pencegahan konflik horizontal dan radikalisme.

​Komunikasi Dua Arah: Membuka ruang dialog rutin antara jajaran kepolisian dengan pengurus ranting NU di tingkat kecamatan.

​Pendekatan Humanis: Menjadikan nilai-nilai agama sebagai landasan dalam menjaga ketertiban sosial.

​Kunjungan ini diharapkan menjadi pemantik bagi seluruh elemen masyarakat di Sumenep untuk terus menjaga kerukunan, sehingga tercipta iklim wilayah yang kondusif bagi pembangunan dan kesejahteraan warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *