Sovi Kurnia Dewi: Dari Ruang Kelas di Campor Barat hingga Lahirnya Harapan Baru bagi Guru Honorer

Dari Ruang Kecil Campor Barat, berjuang untuk Seluruh Nusantara

Jagat Indonesia, Sumenep – Di tengah sunyinya ruang-ruang kelas di pelosok Madura, lahir sebuah perjuangan yang menggema hingga pusat kekuasaan negeri. Nama Sovi Kurnia Dewi, S.Pd, guru honorer di SDN Campor Barat II, kini menjadi bagian dari sejarah panjang perjuangan guru honorer Indonesia.

Berangkat dari realitas pahit yang dihadapi para guru honorer,pengabdian panjang tanpa kepastian status dan kesejahteraan,Sovi memilih tidak diam. Ia mulai merajut komunikasi dan menyatukan aspirasi guru honorer di Kabupaten Sumenep. Perlahan tapi pasti, ia dipercaya menjadi koordinator guru honorer se-Kabupaten Sumenep, sebuah amanah yang dijalankannya dengan ketekunan dan keberanian.

Gerakan tersebut kemudian bermuara pada aksi yang lebih besar. Sovi ikut mengoordinir unjuk rasa damai di Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang diikuti oleh guru honorer dari berbagai daerah di Indonesia. Aksi itu menjadi tonggak penting yang mendorong lahirnya kebijakan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu, sebuah terobosan yang membuka ruang keadilan bagi ribuan pendidik non-ASN.

Namun perjuangan Sovi tidak berhenti ketika kebijakan itu terbit. Ia memahami bahwa kebijakan tanpa pendampingan akan sulit dirasakan manfaatnya di lapangan. Karena itulah ia kemudian mengoordinir pembentukan Korcam (Koordinator Kecamatan) PPPK Paruh Waktu se-Kabupaten Sumenep. Struktur ini menjadi jembatan antara kebijakan dan realisasi.

Keberadaan Korcam terbukti sangat membantu para PPPK Paruh Waktu, khususnya dalam proses pemberkasan, pengambilan sumpah, hingga penerbitan SK pada tahun lalu. Proses yang sebelumnya terasa rumit dan melelahkan berubah menjadi lebih tertib, terarah, dan manusiawi.

Di balik semua capaian itu, Sovi tetap menunjukkan sikap rendah hati. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut adalah buah dari sinergi berbagai pihak.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati Sumenep, Kepala BKPSDM Kabupaten Sumenep, dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep. Tanpa dukungan dan kebijakan beliau-beliau, perjuangan yang kami lakukan tidak akan sampai sejauh ini. Ini adalah kerja bersama demi masa depan guru honorer,” tutur Sovi.

Kisah Sovi Kurnia Dewi menjadi bukti bahwa perubahan besar dapat lahir dari tempat yang paling sederhana. Dari sebuah sekolah dasar di Campor Barat, ia menggerakkan ribuan guru dan membantu membuka pintu masa depan yang lebih pasti bagi para pendidik honorer di seluruh Indonesia.

Di tengah dinamika dunia pendidikan nasional, perjuangan Sovi menjadi pengingat bahwa suara yang jujur, ketika disatukan, mampu menembus dinding birokrasi dan mengubah nasib banyak orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *