SITUBONDO, JAGAT INDONESIA – Harapan warga Desa Dunglo Penjalinan dan Batu Labeng untuk menikmati jalan mulus tampaknya harus tertunda. Proyek peningkatan jalan (Hotmix/Lapen) di Ruas 396 yang menelan anggaran APBD sebesar Rp 451 juta lebih, kini justru menjadi buah bibir karena kualitasnya yang dinilai mengecewakan.
CV Cahaya Hidup selaku pelaksana proyek kini berada di bawah sorotan. Pasalnya, pantauan pekerjaan di lapangan pada Jumat (21/11/2025) menunjukkan indikasi pengerjaan yang terkesan terburu-buru dan mengabaikan kualitas.
Indikasi Ketidaksesuaian Spesifikasi
Investigasi lapangan menemukan bahwa lapisan jalan di beberapa segmen memiliki ketebalan yang tidak seragam. Yang paling mencolok, material jalan terlihat tercampur dengan tanah, sebuah kondisi yang secara teknis dapat mengurangi daya rekat dan ketahanan jalan secara drastis.
“Sangat disayangkan. Seharusnya dengan anggaran sekian, kita mendapatkan jalan yang awet. Namun yang terlihat justru seperti lapisan tipis yang rentan rusak,” ujar salah satu warga setempat dengan nada kecewa.
Kritik juga mengarah pada metode kerja kontraktor. Perbaikan struktur dasar (existing) yang seharusnya menjadi pondasi utama jalan, diduga tidak dilakukan dengan maksimal. Tanpa patching yang benar, lapisan baru di atasnya berpotensi besar hancur hanya dalam hitungan bulan.

Menanti Ketegasan Dinas PUPR dan APH
Publik kini menanti ketegasan Pemerintah Kabupaten Situbondo. Desakan agar Inspektorat dan Aparat Penegak Hukum (APH) melakukan uji petik dan audit forensik konstruksi semakin menguat. Hal ini penting untuk memastikan tidak adanya kerugian negara dalam proyek infrastruktur tersebut.
Hingga saat ini, konfirmasi yang coba dilakukan kepada pihak CV Cahaya Hidup dan Dinas PUPR Bidang Bina Marga belum mendapatkan respon. Masyarakat berharap adanya transparansi dan perbaikan segera sebelum kerusakan jalan semakin parah.












