GAYAM, SUMENEP, JAGAT INDONESIA – Semangat gotong royong ditunjukkan oleh syantri ke muhtahla bekerja sama dengan masyarakat sekitar, Lantaran akses jalan yang tak kunjung mendapat perhatian dari pemerintah, puluhan warga turun ke jalan untuk melakukan perbaikan secara swadaya, Minggu (04/01/2026).
Berdasarkan pantauan di lokasi, warga terlihat bahu-membahu mengangkut batu dan material seadanya untuk menutupi lubang-lubang di jalan yang menjadi urat nadi perekonomian dan aktivitas sehari-hari masyarakat setempat. Meski dilakukan dengan alat dan bahan terbatas, warga merasa hal ini harus dilakukan demi keamanan pengguna jalan.

Salah seorang warga yang terlibat dalam aksi tersebut menyatakan kekecewaannya terhadap pihak otoritas kecamatan. Ia menilai pemerintah, khususnya Camat Gayam, seolah menutup mata terhadap penderitaan warga yang setiap hari harus melewati jalan yang rusak parah.
“Masyarakat terpaksa kerja bakti karena tidak ada sentuhan atau bantuan sama sekali dari pemerintah. Kami merasa dianaktirikan, padahal jalan ini sangat penting bagi kami,” ujarnya di sela-sela kegiatan gotong royong.
Kritik tajam pun dialamatkan kepada Camat Gayam yang dianggap tidak responsif terhadap usulan perbaikan infrastruktur di Desa Kalowang. Warga menyayangkan sikap diamnya pemangku kebijakan, padahal perbaikan akses jalan merupakan tanggung jawab pemerintah guna mendukung kesejahteraan masyarakat di pelosok desa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Kecamatan Gayam maupun Pemerintah Desa Kalowang terkait keluhan warga dan aksi swadaya yang dilakukan santri ngaji ke muhtahla yang terletak di Dusun Kokon Desa Gendang barat tersebut.
Masyarakat berharap, aksi ini dapat mengetuk hati para pejabat terkait agar segera mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jalan secara permanen, sehingga akses transportasi di wilayah tersebut tidak lagi menghambat mobilitas warga.












