Sumenep, Jagat Indonesia, 24 Nopember 2025 – Dari Provinsi Madura hingga KEK, Veros Afif Ingatkan Semua Pihak: Potensi Besar Madura Tak Boleh Sekadar Jadi Wacana Kosong
Madura kembali berada di titik penentuan sejarah. Di tengah gaung wacana pembentukan Provinsi Madura yang telah bertahun-tahun diperjuangkan, kini muncul rencana besar terbaru untuk menjadikan pulau ini sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Beragam inisiasi pembangunan ini terus bergulir, didorong oleh semangat para tokoh, aktivis, hingga kelompok masyarakat yang memiliki satu tujuan utama: membawa Madura keluar dari cengkeraman ketertinggalan struktural.
Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Madura, Veros Afif, menyampaikan peringatan keras. Menurutnya, semua inisiasi besar—baik Provinsi maupun KEK—tidak boleh sekadar menjadi jargon politis atau wacana yang berulang tanpa realisasi. Ada masa depan jutaan rakyat Madura yang dipertaruhkan.
“Kami menyaksikan perjalanan panjang ini. Dari wacana Provinsi Madura, hingga sekarang KEK. Jangan hanya jadi cerita yang berulang tanpa akhir. Jika memang serius, maka harus diwujudkan,” tegas Veros.
Ia menekankan bahwa pembangunan Madura jauh melampaui sekadar proyek birokrasi, melainkan sebuah perjuangan menjaga harga diri dan martabat masyarakat Madura.
Regulasi Kuat Bukan Eksperimen, Veros Afif mendesak semua pihak untuk menyusun konsep yang matang dan regulasi yang kuat. Ia khawatir, langkah-langkah strategis ini akan diperlakukan setengah hati.
“Konsep harus matang. Regulasi harus kuat. Jangan langkah besar seperti ini diperlakukan seperti eksperimen. Ini nasib jutaan orang,” ujarnya.
Pihaknya, sebagai jurnalis televisi, siap mendukung setiap upaya serius, karena ingin melihat Madura benar-benar bangkit dari ketertinggalan.
Kisah PMI di Malaysia Bukti Kekuatan SDM Madura, keyakinan Veros terhadap potensi Madura muncul dari pengalaman pribadinya. Saat berkunjung ke Malaysia, ia bertemu dengan ratusan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Madura yang bekerja di proyek-proyek raksasa, bahkan turut membangun gedung-gedung pencakar langit.
“Ratusan ribu PMI di Malaysia itu warga Madura. Mereka bekerja keras, berperan di proyek-proyek raksasa. Skil mereka bukan kaleng-kaleng. Kalau SDM saja sudah sehebat itu, masa Madura tidak bisa menjadi Provinsi atau KEK?” ungkap Veros.
Menurutnya, yang selama ini kurang hanyalah “harmonisasi instrumen dan kemauan kolektif” dari seluruh stakeholder di Madura.
Seruan Persatuan Kesampingkan Ego, Veros menegaskan bahwa gerakan mendorong Provinsi atau KEK Madura adalah gerakan kolektif seluruh masyarakat, bukan inisiatif segelintir orang. Soliditas adalah kunci. Tanpa persatuan, ia khawatir semua konsep besar ini hanya akan mati sebagai cetak biru yang tak pernah terealisasi.
“Kesampingkan ego, hentikan saling klaim. Mari bersatu. Ini momen penentuan masa depan Madura. Kalau kita lengah, generasi setelah kita yang akan menanggung akibatnya,” pungkasnya.
Pesan keras Veros Afif jelas: Perubahan yang diimpikan adalah nyata, tetapi hanya akan terwujud bagi mereka yang berani memperjuangkannya secara kolektif dan tanpa setengah hati.










